TUGAS KHUSUS II

Nama              : Sulia Utami

NPM               : 26210732

Kelas               : 2 EB 17

 

1. SISA HASIL USAHA ( SHU )

Pengertian Sisa Hasil Usaha

Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut :

  • Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
  • SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
  • Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
  • Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
  • Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
  • Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.
  • Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut.
  1. SHU Total Koperasi pada satu tahun buku
  2. Bagian (persentase) SHU anggota
  3. Total simpanan seluruh anggota
  4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
  5. Jumlah simpanan per anggota
  6. Omzet atau volume usaha per anggota
  7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
  8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota

Rumusan Pembagian SHU

  • Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
  • Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut :

–          Cadangan koperasi                             :  40%

–          Jasa anggota                                        :  40%

–          Dana pengurus                                    :  5%

–          Dana karyawan                                   :  5%

–          Dana pendidikan                                :  5%

–          Dana sosial                                          :  5%

–          Dana pembangunan lingkungan    :  5%.

  • Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.
  • SHU per anggota :

SHU KOPERASI = Y+ X

Di mana :

SHU KOPERASI       : Sisa Hasil Usaha per Anggota

Y                                 : SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi

X                                 : SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha

  • Dengan menggunakan model matematika, SHU KOPERASI per anggota dapat dihitung sebagai berikut :

SHU KOPERASI = Y+ X

Dengan,           SHU KOPERASIAE   = Ta/Tk(Y)

SHU KOPERASIMU   = Sa/Sk(X)

Di mana :

SHU KOPERASI       :  Total Sisa Hasil Usaha per Anggota

SHU KOPERASIAE    :  SHU KOPERASI Aktivitas Ekonomi

SHU KOPERASIMU   :  SHU KOPERASI Anggota atas Modal Usaha

Y                                   :  Jasa Usaha Anggota

X                                   :  Jasa Modal Anggota

Ta                                 :  Total transaksi Anggota

Tk                                 :  Total transaksi Koperasi

Sa                                 :  Jumlah Simpanan Anggota

Sk                                 :  Simpanan anggota total

Prinsip-prinsip Pembagian SHU Koperasi :

  1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
  2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
  3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
  4. SHU anggota dibayar secara tunai

CONTOH KASUS :

SHU Koperasi “PRATAMA” adalah Rp. 5.000.000

Jika dibagi sesuai prosentase Pembagian SHU KOPERASI koperasi seperti contoh yang disampaikan sebelumnya maka diperoleh:

Cadangan                                                    : 40 % = 40% x Rp. 5.000.000   = Rp. 2.000.000,-

SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 % = 40% x Rp. 5.000.000   = Rp. 2.000.000,-

Dana pengurus                                          : 5 %   = 5%   x Rp. 5.000.000   = Rp. 250.000,-

Dana karyawan                                         : 5 %   = 5%   x Rp. 5.000.000   = Rp. 250.000,-

Dana Pendidikan                                      : 5 %   = 5%   x Rp. 5.000.000   = Rp. 250.000,-

Dana sosial                                                 : 5 %   = 5%   x Rp. 5.000.000   = Rp. 250.000,-

Yang bisa dibagi kepada anggota adalah SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : Rp. 2.000.000,-

Langkah-langkah pembagian SHU KOPERASI :

1. Di RAT ditentukan berapa persentasi SHU KOPERASI yang dibagikan untuk aktivitas ekonomi (transaksi anggota) dan berapa prosentase   untuk SHU KOPERASI modal usaha (simpanan anggota) prosentase ini tidak dimasukan kedalam AD/ART karena perbandingan antara keduanya sangat mudah berubah tergantung posisi keuangan dan dominasi pengaruh atas usaha koperasi, maka harus diputuskan setiap tahun. Biasanya prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi ( Y) adalah 70% dan prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha adalah 30%.

Y = 70% x Rp. 2.000.000,- = Rp. 1.400.000,-

X = 30% x Rp. 2.000.000,- = Rp. 600.000,-

2. Hitung Total transaksi tiap anggota, total simpanan tiap anggota dan total transaksi seluruh anggota serta total simpanan seluruh anggota     Contoh : Tanto bertransaksi sebesar Rp. 30.000,- dan simpanan Rp. 10.000,- . Total transaksi anggota Rp. 25.000.000,-  dan total               simpanan anggota Rp. 5.000.000,-

Maka,

SHU KOPERASIAE  Tanto

= Ta/Tk(Y)

= Rp. 30.000,- / Rp. 25.000.000,- ( Rp. 1.400.000,-)

= Rp. 1.680,-

SHU KOPERASIMU Tanto

= Sa/Sk(X)

= Rp. 10.000,- / Rp. 5.000.000,- (Rp. 600.000,-)

= Rp. 1.200,-

2. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.

Berikut adalah prinsip-prinsip koperasi :

  • Prinsip Munkner
  • Prinsip Rochdale
  • Prinsip Raiffeisen
  • Prinsip Herman Schulze
  • Prinsip ICA (International Cooperative Allience)
  • Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No. 12 tahun 1967
  • Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No. 25/1992
  • Prinsip-prinsip Koperasi menurut Munkner

–          Keanggotaan bersifat sukarela

–          Keanggotaan terbuka

–          Pengembangan anggota

–          Identitas sebagai pemilik dan pelanggan

–          Manajemen dan pengawasan dilaksanakan secara demokratis

–          Koperasi sebagai kumpulan orang-orang

–          Modal yang berkaitan dengan aspek sosial tidak dibagi

–          Efisiensi ekonomi dari perusahaan  koperasi

–          Perkumpulan dengan sukarela

–          Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan

–          Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi

–          Pendidikan anggota

  • Prinsip-prinsip Koperasi menurut Rochdale

–          Pengawasan secara demokratis

–          Keanggotaan yang terbuka

–          Bunga atas modal dibatasi

–          Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing anggota

–          Penjualan sepenuhnya dengan tunai

–          Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan

–          Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota

–          Netral terhadap politik dan agama

  • Prinsip-prinsip Koperasi menurut Raiffeisen

–          Swadaya

–          Daerah kerja terbatas

–          SHU untuk cadangan

–          Tanggung jawab anggota tidak terbatas

–          Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan

–          Usaha hanya kepada anggota

–          Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang

  • Prinsip-prinsip Koperasi menurut Herman Schulze

–          Swadaya

–          Daerah kerja tak terbatas

–          SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota

–          Tanggung jawab anggota terbatas

–          Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan

–          Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota

  • Prinsip-prinsip Koperasi menurut ICA

–          Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan  yang dibuat-buat

–          Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara

–          Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)

–          SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing

–          Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus

–          Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional maupun internasional

  • Prinsip-prinsip Koperasi menurut UU No.12 Tahun 1967

–          Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia

–          Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi  sebagai pemimpin demokrasi dalam koperasi

–          Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota

–          Adanya pembatasan bunga atas modal

–          Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya

–          Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka

–          Swadaya, swakarta dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri

  •  Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 199

        1.      Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

Siapapun yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART) koperasi dapat menjadi anggota. Seseorang tidak dapat dipaksa untuk menjadi anggota. Mereka dapat dengan bebas menentukan pilihannya. Demikian juga bila hendak keluar dari koperasi, mereka dapat memutuskan sendiri, asalkan sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya. Sifat terbuka memiliki arti bahwa dalam keanggotaan tidak dilakukan pembatasan (diskriminasi) dalam bentuk apapun. (Penjelasan UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 huruf a).                          

        2.      Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis

Pengelolaan demokratis berarti :

–          Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi

–          Urusan kegiatan koperasi diselenggarakan oleh pengurus

–          Pengurus dipilih dari dan oleh anggota

–          Pengurus mengangkat manajer dan karyawan atas persetujuan rapat anggota

–          Kebijakan pengurus dikontrol oleh anggota melalui pengawas

–          Laporan keuangan dan kegiatan koperasi lainnya terbuka dan transparan

–          Satu anggota satu hak suara

        3.      Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota

  • Bagian SHU untuk anggota, dihitung secara sebanding (proporsional) berdasarkan transaksi dan penyertaan modal (simpanan pokok dan simpanan wajib) setiap anggota pada akhir tahun buku.
  • Transaksi anggota tercatat di koperasi.
  • Persentase SHU yang dibagikan kepada anggota ditentukan dalam rapat anggot

       4.      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

Modal dalam koperasi dipergunakan untuk kemanfaatan anggota, bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Karena itu, anggota memperoleh bunga yang terbatas terhadap modal. Bunganya tidak lebih dari suku bunga bank pemerintah yang lazim. Anggota memperoleh keuntungan dalam bentuk lain, seperti mengikuti pendidikan anggota dan dapat memperoleh produk dengan mudah, murah dan bermutu tinggi.

       5.      Kemandirian

Kemandirian berarti koperasi tidak bergantung pada pihak lain. Karena koperasi memiliki:

–          Modal sendiri yang berasal dari anggota.

–          Pengelola sendiri, yaitu pengurus yang dipilih dari dan oleh anggota.

–          AD dan ART sendiri. Koperasi membuat AD dan ART-nya dengan merujuk pada Undang-undang Nomor 25 tahun 1992.

       6.      Pendidikan perkoperasian

Untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan terlaksananya prinsip-prinsip koperasi, maka penting sekali anggota, pengurus dan karyawan koperasi ditingkatkan pemahaman, kesadaran dan keterampilannya melalui pendidikan. Besarnya biaya pendidikan ditetapkan oleh anggota dalam rapat anggota.

       7.      Kerjasama antar koperasi

  • Koperasi dapat bekerjasama dengan koperasi-koperasi lain di tingkat lokal, nasional ataupun internasional.
  • Di Indonesia, koperasi-koperasi primer bisa membentuk pusat dan induk di tingkat regional dan nasional.

 

CONTOH KASUS :

1.      Koperasi “Agape” adalah koperasi yang bergerak dalam usaha pengiriman barang. Usaha ini dipilih, karena semua anggota membutuhkannya. Sampai sekarang, pengurus belum mencoba untuk membuka usaha baru. Pada rapat anggota tahun lalu, beberapa anggota menginginkan usaha simpan pinjam. Akan tetapi pengurus belum dapat merealisasikannya.

  • Bagaimana tanggapan Anda tentang usaha koperasi seperti itu, di mana pengurusnya teguh pendirian untuk menjalankan usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan ekonomi anggotanya?
  • Langkah apa yang akan dilakukan, bila Anda pengurus koperasi tersebut?

Penyelesaian :

  • Pada saat ini, usaha jasa pengiriman barang memang sangat dibutuhkan karena tidak semua perusahaan memiliki fasilitas kendaraan untuk mengirim barang ( modal terbatas ) sehingga usaha koperasi tersebut menguntungkan anggotanya.
  • Apabila saya sebagai pengurus koperasi tersebut, maka saya akan mengambil langkah-langkah seperti : mendengarkan setiap masukan atau pendapat dari anggota koperasi, kemudian mengadakan rapat anggota untuk memusyawarahkan pendapat tersebut. Dan apabila sebagian besar anggota menyetujui maka, pengurus harus merealisasikannya karena koperasi didirikan berdasarkan asas kekeluargaan dan bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya.

2.      Pada awalnya, Koperasi Karyawan Institut SANDOLAPA bergerak dalam usaha Waserda (Warung Serba Ada) yang menyediakan Sembako (Sembilan Bahan Pokok), barang-barang elektronik, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kemudian, usahanya ditambah jasa foto copy, penerbitan, dan percetakan. Ternyata, usaha yang terakhir ini tidak dimanfaatkan oleh anggotanya secara optimal. Kalaupun ada jumlahnya sangat kecil.

  • Bagaimana tanggapan Anda tentang beragamnya usaha yang dijalankan oleh koperasi tersebut?
  • Langkah apa yang akan dilakukan, bila Anda pengurus koperasi tersebut?

 

Penyelesaian :

  • Beragamnya usaha yang dijalankan oleh koperasi tersebut sangat bagus karena semakin banyak usaha yang dijalankan maka, semakin banyak pula keuntungan yang didapat.
  • Apabila saya sebagai pengurus koperasi tersebut, maka saya akan mengambil langkah-langkah seperti : mengadakan rapat anggota untuk memusyawarahkan tentang tambahan usaha yang ternyata tidak dimanfaatkan secara optimal oleh anggota koperasi dan menyerahkan keputusan kepada anggota solusi terbaiknya ( diteruskan atau tidak usaha tambahan tersebut ).

 

DAFTAR PUSTAKA :

http://manajemen-koperasi.blogspot.com/2008/12/koperasi-cara-menghitung-shu-koperasi.html

http://asian-spirits.blogspot.com/2009/12/mekanisme-pembagian-sisa-hasil-usaha.html

http://koperasimahasiswa.com/prinsip-prinsip-koperasi/

2 thoughts on “TUGAS KHUSUS II

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s