TUGAS UMUM

NAMA            : SULIA UTAMI

NPM               : 26210732

KELAS           : 2 EB 17

 

KASIH SAYANG SEORANG AYAH

“Ayah… Ayah… Anterin aku ke Sekolah, cepatan!” teriak Tasya

“Sebentar sayang! Ayah lagi sarapan!” jawab Ayah

“Ah, Ayah hari ini aku ada upacara, nanti aku terlambat nih!” Tasya marah-marah

“Iah-iah sabar, nak! Ayo kita berangkat!”

Tasya adalah seorang anak yang manja dan selalu memaksakan kehendaknya. Ayah Tasya adalah seorang ayah yang baik, pengertian dan sabar. Bisa dikatakan seorang ayah yang sempurna. Dan pastinya, Tasya sebagai seorang anak sangatlah beruntung bisa memiliki ayah seperti itu.

Ibu Tasya sudah lama meninggal semenjak Tasya berumur 5 tahun. Saat itu, Ibu Tasya menderita sakit jantung yang menyebabkan ia cepat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Makanya, ayah Tasya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Tasya walaupun, ayah Tasya hanya seorang tukang ojek yang penghasilannya kurang menentu. Namun, apapun akan dilakukannya demi Tasya.

Sekarang, Tasya sudah sekolah SMP kelas 2. Tasya tumbuh menjadi anak yang cantik. Akan tetapi, kecantikannya tidak sebanding dengan hatinya. Seringkali Tasya membuat ayahnya sedih karena kelakuannya yang buruk sehingga menyebabkan ayahnya merasa tidak bisa menjadi seorang ayah yang baik dalam merawat dan mendidik anaknya yang semata wayang.

Hingga suatu ketika, Tasya hendak mengikuti study tour dari sekolah. Ayahnya melarang Tasya untuk ikut karena ayah Tasya tidak memiliki uang yang cukup untuk membiayai study tour. Namun, Tasya tetap memaksa untuk mengikuti study tour dari sekolahnya itu. Karena hal tersebut, akhirnya ayah Tasya meminjam uang pada temannya.

Namun, saat perjalanan pulang ayah Tasya dihadang oleh perampok. Perampok tersebut memaksa untuk memberikan sejumlah uang yang dibawa oleh ayah Tasya. Tetapi, ayah Tasya menolak karena uang tersebut sangat dibutuhkan untuk anaknya mengikuti study tour. Hingga akhirnya, sang perampok  menikam ayah Tasya dan membawa lari uang tersebut.

Untungnya, ada warga yang menolong ayah Tasya untuk dibawa ke Rumah Sakit. Sementara itu, Tasya yang saat itu sedang berada di sekolah sangat terkejut ketika mendengar kabar buruk tentang ayahnya. Saat itu juga, Tasya yang didampingi gurunya pergi ke Rumah Sakit tempat ayahnya dirawat. Di Rumah Sakit, ayah Tasya sudah terbaring lemas di kasur dan Alhamdulillah masih diberikan umur panjang oleh Yang Maha Kuasa.

Ketika Tasya mendengar semua penjelasan atas penyebab ayahnya di bawa ke Rumah Sakit, Tasya langsung merasa bersalah dan menyesal karena sudah bersikap buruk dengan memaksakan kehendaknya untuk mengikuti study tour. Tasya pun sadar dan meminta maaf kepada ayahnya atas segala kesalahan yang sudah diperbuatnya selama ini.

Sementara itu, guru Tasya yang mendengar cerita tersebut merasa terharu dan berinisiatif mengadakan sumbangan untuk biaya Rumah Sakit ayah Tasya dan juga untuk biaya study tour Tasya. Mengetahui hal tersebut, Tasya dan ayahnya merasa sangat senang dan berterimakasih atas kebaikan guru dan teman-teman sekolah Tasya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s