Manajemen Umum

BAB 4

MANAJEMEN UMUM

PENGERTIAN MANAJEMEN

  • Arti dan Fungsi Manajemen

Definisi manajemen menurut Profesor Oei Liang Lee :

Ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu :

  1. Perencanaan; Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan dan untuk mencapainya perlu dibuat perencanaan. Perencanaan menggambarkan tentang : Apa, Bagaimana, Mengapa dan Kapan akan dilakukan.
  2. Pengorganisasian; Pelaksana organisasi terdiri atas orang-orang yang mempunyai berbagai macam keinginan, kebutuhan dan pola berfikir yang berbeda.
  3. Pengarahan; Agar masing-masing bersedia menyumbangkan tenaganya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  4. Pengkoordinasian; Fungsi-fungsi yang berbeda perlu dikoordinasikan agar tidak terdapat kontradiksi antara fungsi satu dengan lainnya untuk menuju sasaran yang sama.
  5. Pengawasan; Untuk menjaga agar penyimpangan tidak terlalu jauh melampaui standart yang telah ditetapkan dan untuk mencari kemungkinan terjadinya penyimpangan serta mencegah agar penyimpangan tidak terjadi.
  • Jenjang Manajemen

a) Manajemen Puncak

Jenjang tertinggi sering disebut manajer senior atau eksekutif kunci. Meliputi dewan direktur, direktur utama atau chief executive officer (CEO) daa pimpinan lain. Bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting tentang hal-hal seperti penggabungan (merger), produk baru dan pengeluaran saham.

b) Manajemen Madya

Disebut juga manajemen administrative. Meliputi pimpinan pabrik dan / manajer divisi. Bertanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi yang melaksanakan rencana-rencana umum dari manajer puncak.

c) Manajemen Operasional

Jenjang terendah, tugasnya menyangkut pelaksanaan rencana yang dibuat oleh manajer madya. Sering disebut supervisor garis-pertama (first-line supervisor), karena mereka bertanggung jawab melakukan supervisi kepada para karyawan yang mengerjakan kegiatan harian.

LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN

  • Gerakan Manajemen Ilmiah

Sebelum 1880, pengelolaan perusahaan pada umumnya dipandang suatu cara yang biasa. Sekitar 1885, Frederick W, Taylor (1856 – 1915) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja. Beberapa tahun sebelum Taylor, Henry Fayol (1841 – 1945) telah menjadi manajer pada sebuah pertambangan batu bara di Perancis. Ia juga mempelajari manajemen, mencari teknik-teknik yang dapat meningkatkan produksi batu bara. Fayol telah memutuskan bahwa manajemen itu melibatkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian. Sejak pemunculan bukunya yang berjudul The Principles of Scientific Management tahun 1911, Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Dalam bukunya, Taylor mengemukakan beberapa prinsip, yaitu :

Prinsip 1 : Semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik untuk menyelesaikannya.

Prinsip 2 : Orang yang tepat memangku jabatan dipilih dan dilatih secara ilmiah.

Prinsip 3 : Kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan menggaji pemegang jabatan dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.

Prinsip 4 : Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.

Sebelum Taylor menjadi teknisi pimpinan di Midvale Steel Company, ia merintis kariernya dari sebagai buruh biasa. Ia telah mengadakan beberapa eksperimen untuk menentukan standard kerja. Salah satunya, ia melatih seorang buruh pengambil bahan besi, yang dapat meningkatkan beban tonase 12,5 ton menjadi 47,5 ton perhari. Ia juga mempelopori penelitian tentang pengukuran-waktu-kerja. Menurutnya, pengolahan yang menghemat tenaga kerja atau produksi massa akan kurang berarti jika pengelolanya tidak dapat terus melakukan perbaikan atau penyempurnaan dari segi teknis. Taylor membuktikan bahwa manajemen dapat dipelajari secara ilmiah oleh siapapun.

SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN

  • Sekolah Klasik (Classical School)

Berawal dengan adanya formasi perusahaan-perusahaan besar. Teori klasik mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakukan oleh para manajer. Sekolah klasik memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajemen primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.

  • Sekolah Perilaku (Behavioral School)

Disebut juga leadership, human relations, atau behavioral school of management yang populer tahun 1950-an. Memusatkan perhatian pada ospek kemanusian dari manajemen dan menekankan kebutuhan bagi para manajer untuk memahami manusia. Sekolah perilaku menarik beberapa disiplin seperti psikologi dan sosiologi sebagai bagian dari latar belakang pendidikan manajer.

  • Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School)

Melibatkan matematik dan statistik. Model-model matematis digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian. Ilmu manajemen merupakan suatu pendekatan kuantitatif yang memberikan alat untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis.

  • Analisis Sistem

Menawarkan suatu alat untuk kegiatan intern dan ekstern dari perusahaan. Sistem adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membentuk sebuah organisme fungsi. Analisis sistem merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka. Komputer telah menyebabkan analisis sistem menjadi sebagai alat manajemen yang lebih efektif, karena dapat menangani lebih banyak informasi.

  • Manajemen Hasil

Pertama kali dikemukakan oleh Peter Drucker awal tahun 1950-an berdasarkan sasaran (management by objectives/MBO). MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan. MBO memusatkan perhatian pada hasil, bukan perilaku yang diperlihatkan karyawan. MBO percaya bahwa program itu mempunyai manfaat yang pasti dan dapat meningkatkan komunikasi antara bawahan dan atasan. Adapun keburukannya antara lain :

–       Untuk beberapa tugas, MBO sulit menentukan tujuan yang tepat

–       MBO hanya sukses jika semua pihak mau berpartisipasi

–       MBO seharusnya tidak dipandang sebagai suatu penyelesaian untuk semua masalah manajemen

–       Tujuan-tujuan itu seharusnyan layak dan mudah diukur.

PERENCANAAN

  • Bentuk-bentuk Perencanaan

1.Tujuan (Objective)

Suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.

2. Kebijakan (Policy)

Suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan uantuk mencapai tujuan.

3. Strategi

Tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat. Dalam membuat strategi harus memperhatikan beberapa faktor seperti : ketepatan waktu, ketepatan tindakan yang akan dilakukan dsb.

4. Prosedur

Rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang.

5. Aturan (Rule)

Suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur. Aturan-aturan yang saling berkaitan dapat dikelompokkan menjadi satu golongan, disebut prosedur.

6. Program

Campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget); semuanya ini akan menciptakan adanya tindakan. Program dibuat dua macam, yakni : program umum dan program khusus.

  • Kegunaan Perencanaan

1. Mengurangi Ketidakpastian serta Perubahan pada Waktu Mendatang

Waktu yang akan datang bersifat statis, tapi selalu bersifat dinamis dan berubah-ubah; oleh karena itu perlu adanya perencanaan. Lebih dahulu dibuat suatu pedoman atau dasar atau standard dimana standard ini dapat dipakai sebagai ukuran agar tidak terjadi penyimpangan dari rencana semula.

2. Mengarahkan Perhatian pada tujuan

Perencanaan yang baik akan memberikan arah dari masing-masing bagian dalam organisasi menuju kepada satu sasaran/tujuan yang telah ditetapkan.

3. Memperingan Biaya

Dengan perencanaan, memungkinkan diadakan penghematan ongkos-ongkos, sebab semua kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif.

  • Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan

1. Menetapkan Tujuan

Tujuan menggambarkan tentang apa yang diharapkan dapat dicapai dan merupakan suatu titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan dan menggmbarkan pula tentang apa yang harus dicapai setelah dibuatnya pola kerja (network) daripada kebijakan, strategi, prosedur, aturan, anggaran dan program.

2. Menyusun Anggapan-anggapan (Premising)

Anggapan-anggapan yang dicari adalah anggapan yang diperkirakan dapat memberikan pengaruh terhadap suatu rencana, baik anggapan yang berasal dari luar maupun dalam; semuanya diperoleh dengan mengadakan peramalan (forecasting). Atau disebut juga faktor-faktor lingkungan, dapat bersifat tidak terawasi (anggapan berasal dari dalam perusahaan) dan dapat bersifat tidak terawasi (anggapan berasal dari luar perusahaan); atau dapat pula bersifat kuantitatif (dapat diperhitungkan dengan angka) dan kualitatif (tidak dapat diperhitungkan dengan angka).

3. Menentukan Berbagai Alternatif Tindakan

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan yaitu dengan memilih cara-cara yang sesuai dengan kondisi perusahaan.

4. Mengadakan Pernilaian terhadap Alternatif-alternatif Tindakan yang Sudah Dipilih

Dilakukan usaha-usaha untuk mencari alternatif mana yang akan memberikan hasil maksimal dengan pengeluaran tertentu.

5. Mengambil Keputusan

Setelah diadakan pernilaian dengan mengadakan pembandingan serta pertimbangan yang masak, barulah diambil keputusan tentang alternatif mana yang diharapkan dapat mencapai tujuan.

6. Menyusun Rencana Pendukung

Suatu perencanaan membutuhkan pula dukungan dari perencanaan yang lain.

  • Perencanaan Merupakan proses Pendekatan yang Rasional

Proses Pendekatan yang Rasional dari suatu Perencanaan, dengan menghubungkan antara Waktu dan Kemajuan yang dapat Dicapai tanpa Mengabaikan berbagai Anggapan Kritis.

  • Jangka Waktu Perencanaan

Dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni :

1. Perencanaan jangka panjang; pembangunan duapuluh lima tahun di Indonesia (Era Pembangunan)

2. Perencanaan jangka menengah; pembangunan lima tahun (PELITA)

3. Perencanaan jangka pendek; lebih atau kurang dari satu tahun.

  • Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan

1. Sulitnya Mencari Anggapan Secara Teliti

2. Perubahan yang Sangat Cepat

3. Kekakuan Internal

Kekakuan yang tercipta dan berasal dari dalam organisasi/perusahaan; dapat berupa :

  • Kekakuan psikologis
  • Kekakuan karena adanya prosedur dan kebijakan dan
  • Kekakuan sumber daya dan dana

4. Kekakuan eksternal

Kekakuan eksternal ini sangat sulit untuk dikendalikan dan diawasi oleh para manajer karena sangat berkaitan dengan masalah-masalah : sosial-politik, teknologi, kebudayaan, geografi, perekonomian dsb.

5. Waktu dan biaya

Makin lama waktu yang dibutuhkan, makin besar pula biayanya. Jika waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama, biayanyapun akan lebih rendah.

  • Pengambilan Keputusan

1. Syarat pengambilan keputusan

  • Harus berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan yang positif.
  • Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai beserta segala kekurangannya.
  • Harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan pernilaian berbagai alternatif sesuai dengan tuntutan-tuntutan untuk mencapai tujuan.
  • Harus bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternatif yang paling baik.

2. Alat pengambilan keputusan

(1)Operation research, (2) teori probabilitas, (3) Linear programming. Selain ketiga macam alat pengambilan keputusan diatas, masih terdapat beberapa teknik yang dipakai untuk memperbaiki kualitas pengambilan keputusan pada keadaan yang sifatnya tidak pasti, tetapi masih berada didalam batas-batas kewajaran. Alat tersebut adalah :

  • Analisa risiko

Variabel kritis : biaya pengenalan, biaya produksi, investasi modal yang dibutuhkan, harga dan market share yang dapat dicapai.

  • Pohon keputusan (decision tree)

Cara lain yang dapat ditempuh untuk menganalisis keputusan adalah dengan jalan melihat berbagai kemungkinan arah yang dapat diambil dari berbagai jenis keputusan yang disebut pohon keputusan.

PENGORGANISASIAN

  • Pengertian

Setiap organisasi memiliki tiga komponen pokok, yaitu : personalia, fungsi dan faktor-faktor fisik, yang kesemuanya ini merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan.

1. Hubungan Informal

Hubungan-hubungan yang timbulnya tidak disengaja, hubungan-hubungan diluar tugas atau pekerjaannya, dan hubungan-hubungan lain yang bersifat tidak resmi.

2. Hubungan Formal

Bentuk hubungan yang dilakukan dengan sengaja. Ditujukan dalam bagan organisasi, pedoman organisasi atau deskripsi jabatan yang ada. Dalam hubungan formal terdapat tiga hubungan dasar yaitu :

  1. Tanggung jawab; kewajiban-kewajiban bagi individu untuk melaksanakan tugas yang telah ditetapkan, dengan cara sebaik mungkin menurut kemampuan serta pengarahan yang diterima menggunakan azas kesamaan.
  2. Wewenang; hak untuk mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan oleh seseorang, juga merupakan hak untuk meminta kepada orang lain melakukan sesuatu.
  3. Pertanggung-jawaban; hasil pekerjaan yang telah dicapai dimana hasil pekerjaan tersebut harus dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Kebalikan dari wewenang. Kalau wewenang berasal dari pimpinan, artinya mengalir dari atas ke bawah, maka pertanggung-jawaban berasal dari bawahan (mengalir dari bawah ke atas).
  • Pola Hubungan antar Komponen Organisasi
  • Rentangan Kekuasaan

Banyak sedikitnya frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

1. Latihan dari Bawahan

2. Pendelegasian Wewenang

3. Perencanaan

4. Teknik Komunikasi

  • Dasar-dasar Penggolongan Bagian didalam Organisasi

Pengelompokkan menjadi bagian-bagian didalam sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa faktor berikut ini :

1. Didasarkan pada suatu angka

2. Didasarkan pada waktu

3. Didasarkan pada fungsi perusahaan

4. Didasarkan pada luas daerah operasi

5. Didasarkan pada jenis barang yang dihasilkan

6. Didasarkan pada jenis langganan

  • Karakteristik Struktur Organisasi

1.Keseimbangan dalam Organisasi; sebuah organisasi dapat dikatakan imbang bilamana keadaan masing-masing bagian atau fungsi dialokasikan modal dan tenaga kerja yang sesuai dengan sumbangannya terhadap pencapaian tujuan.

2. Fleksibel; fleksibilitas merupakan kemampuan dari struktur organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap semua perubahan-perubahan seperti : perubahan kegiatan, perubahan jumlah karyawan, perubahan formasi jabatan dsb.

PENGARAHAN

Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan.

  • Prinsip-prinsip Pengarahan

Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu :

1. Prinsip Mengarah Kepada Tujuan; pengarahan tidak dapat berdiri sendiri, artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan atau bantuan dari faktor-faktor lain seperti perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.

2. Prinsip Keharmonisan Dengan Tujuan

3. Prinsip Kesatuan Komando; untuk menyatukan arah tujuan dan tanggung jawab para bawahan.

  • Cara-cara Pengarahan

ü  Orientasi; cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu agar supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik. Tujuannya untuk mengadakan pengenalan dan memberikan pengertian tentang berbagai masalah yang dihadapinya. Informasi yang diberikan didalam orientasi dapat berupa :

1. Tugas itu sendiri

2. Tugas lain yang ada hubungannya

3. Ruang lingkup tugas

4. Tujuan dari tugas

5. Delegasi wewenang

6. Cara melaporkan dan cara mengukur prestasi kerja

7. Hubungan antara masing-masing tenaga kerja, dsb.

ü  Perintah; merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada di bawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu. Adapun perintah yang diberikan kepada bawahan dapat berupa :

  • Perintah Umum dan Khusus

Perintah umum mempunyai sifat yang luas sedang perintah khusus bersifat lebih mendetail

  • Perintah Lisan dan Tertulis

Perintah tertulis memberikan kemungkinan waktu yang lebih lama untuk memahaminya, sehingga dapat menghindari adanya salah tafsir. Sebaliknya, perintah lisan akan lebih cepat diberikan walaupun mengandung resiko lebih besar.

  • Perintah Formal dan Informal

Perintah formal merupakan perintah yang diberikan kepada bawahan sesuai dengan tugas atau aktivitas yang telah ditetapkan didalam organisasi sedangkan perintah informal lebih banyak mengandung saran atau dapat pula berupa bujukan dan ajakan. Perintah formal yang banyak dipakai dibidang militer bersifat kurang fleksibel dibandingkan dengan perintah informal.

ü  Delegasi Wewenang; pendelegasian wewenang bersifat lebih umum jika disbandingkan pemberian perintah. Dalam hal ini, pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahan.

  • Komunikasi

American Training Director mendefinisikan komunikasi sebagai pertukaran pikiran atau informasi agar supaya terdapat saling pengertian serta hubungan antar manusia-manusia secara serasi. Sementara Newman mengemukakan bahwa komuniiikasi merupakan pertukaran fakta-fakta, gagasan, pendapat dan perasaan oleh dua orang atau lebih. Pertukaran tersebut diwujudkan dalam bentuk surat-surat, symbol atau kode. Sedangkan Kontz dan O’Donell mengartikan komunikasi sebagai suatu pemindahan informasi antara orang yang satu dengan lainnya. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa :

1. Di dalam komunikasi terdapat hubungan antara orang dengan orang, orang dengan lembaga dsb.

2. Hubungan yang timbul di dalam komunikasi digunakan untuk menyalurkan gagasan, pendapat atau informasi.

3. Komunikasi berguna untuk menciptakan hubungan yang serasi dan menciptakan saling pengertian.

4. Untuk mengadakan komunikasi, dapat digunakan kata-kata, surat, kode atau simbol.

Untuk mengadakan komunikasi dapat digunakan sarana seperti telepon, telegram, radio, televisi, surat kabar dsb. Dengan demikian, komunikasi dapat lebih efektif dan efisien. Untuk itu, perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut :

1)      Komunikasi Harus Jelas

2)      Prinsip Integritas

3)      Prinsip Penggunaan Organisasi Informal

  • Motivasi

Motivasi mempunyai dua macam bentuk yaitu :

1. Motivasi Positif; merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara memberikan penambahan tingkat kepuasan tertentu, misalnya : dengan memberikan promosi, memberikan insentif atau tambahan penghasilan, menciptakan kondisi tempat kerja yang baik agar mereka merasa aman tenteram jenak bekerja dsb.

2. Motivasi Negatif; merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu secara terpaksa. Misalnya menakut-nakuti bawahan dengan memberikan gambaran seolah-olah mereka akan kehilangan jabatan, diturunkannya pangkatnya, dipotong gajinya dsb.

Motivasi diharapkan dapat menjadi dasar perangsang untuk meningkakan kreativitas seseorang . maka perlu diperhatikan masalah-masalah seperti :

  • Kreativitas dipandang sebagai dasar penentuan kualitas seseorang.
  • Masalah kreativitas muncul bilamana seseorang menghadapi problema yang memerlukan pemecahan.

PENGKOORDINASIAN

  • Prinsip-prinsip Koordinasi

Organisasi akan dapat tercapai bilamana diikuti dengan tiga prinsip berikut :

1. Prinsip Kontak Langsung; bahwa koordinasi harus dicapai melalui hubungan antar manusia baik hubungan secara horizontal maupun vertikal.

2. Prinsip Penekanan pada Pentingnya Koordinasi

3. Hubungan Timbal Balik di antara Faktor-faktor yang Ada

  • Pelaksanaan Fungsi Koordinasi

Untuk melaksanakan fungsi koordinasi, manajer dapat menempuh dua cara, yaitu :

1. Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koodinasi.

2. Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi.

PENGAWASAN

  • Pengertian

Cara yang dilakukan dalam pengawasan yaitu membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan standar atau rencananya, serta melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi penyimpangan. Mengangkut perubahan-perubahan besar, seperti :

1. Penyusunan kembali rencana baru.

2. Menetapkan sasaran target baru.

3. Perubahan struktur organisasi.

4. Perbaikan cara-cara penerimaan pegawai dsb.

  • Langkah-langkah Pengawasan

ü  Menciptakan Standard

Standard merupakan suatu kriteria untuk mengukur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan. Bentuknya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  • Standard kuantitatif; suatu standard yang dinyatakan di dalam satuan-satuan tertentu, misalnya : jam kerja mesin (machine hour), jam kerja tenaga langsung (direc labor hour), satuan barang (unit product), ongkos, pendapatan, investasi, dll.
  • Standard kualitatif; dapat berupa pendapat umum, langganan, buruh dsb.

ü  Membandingkan Kegiatan yang Dilakukan dengan Standard

Dipakai untuk mengetahui adanya gejala-gejala tentang semakin besarnya penyimpangan yang mungkin terjadi.

ü  Melakukan Tindakan Koreksi

Urutanurutan kegiatan yang harus dilaksanakan dalam pengambilan tindakan koreksi adalah :

  • Menghayati masalah-masalah yang dihadapi
  • Mencari kemungkinan-kemungkinan untuk mengatasi atau memperbaiki adanya kesalahan
  • Mengadakan penilaian terhadap berbagai kemungkinan tersebut
  • Menentukan cara-cara untuk mengadakan koreksi yang paling tepat.
  • Syarat-syarat Pengawasan yang Baik

1. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktivitas)

2. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera

3. Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan

4. Pengawasan harus obyektif, teliti dan sesuai dengan standard yang digunakan

5. Pengawasan harus luwes / fleksibel

6. Pengawasan harus sesuai dengan pola organisasi

7. Pengawasan harus ekonomis

8. Pengawasan harus mudah dimengerti

9. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan / koreksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s