proses pembuatan tahu

LAPORAN

PENGANTAR BISNIS

PROSES PEMBUATAN TAHU

Di Susun Oleh :

1.  Ayu Maylisa                          (21210248)

2.  Githa Dwi Wulandary            (23210026)

3.  Septya Ridhoyatni                 (26210477)

4.  Sulia Utami                            (26210732)

Kelas : 1 EB 19

 

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

2010

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas Laporan Pengantar Bisnis ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun berdasarkan sumber referensi yang kami miliki. Pembuatan laporan Pengantar Bisnis ini diharapkan dapat memberikan mamfaat serta pengetahuan bagi para pembaca tentang proses pembuatan tahu.

Laporan ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan ataupun materi. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa kami terima dengan hati terbuka. Semoga tulisan – tulisan ini dapat memberikan informasi kepada saudara – saudara, bermanfaat untuk pembacanya dan dapat memberikan semangat untuk membawa sesuatu ke arah yang positif. Terima kasih.

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………… i

Daftar Isi ………………………………………………… ii

Bab I Pendahuluan

Profil Usaha …………………………………………….. 1

Visi dan Misi ……………………………………………. 2

Bab II Proses Produksi

Langkah-langkah Pembuatan……………………… 3

Bab III Penutup

Kesimpulan…………………………………………….. 4

Saran …………………………………………………….. 4

 

Bab I Pendahuluan

Profil Usaha

Usaha pembuatan tahu ini didirikan oleh Bp. H. Sutisna sejak tahun  1980 yang berlokasi di Perum. Margahayu jaya Blok B Jl. Pinus VI No. 354 Bekasi Timur. Selain itu masih ada pabrik lain yaitu di daerah Kampung Jembatan, Klender, Buaran Baru. Usaha ini termasuk jenis usaha perseorangan.

Bahan tahu hanya menggunakan kacang kedelai yang dipasok dari Pasar Induk. Tahu yang di produksi bukan hanya tahu putih dan tahu goreng, melainkan juga memproduksi tahu bulat. Tahu yang di produksi akan dipasarkan di pasar-pasar tradisional maupun modern dan di warung-warung kecil bahkan dengan menggunakan gerobak keliling daerah sekitar pembuatan tahu. Khususnya untuk tahu bulat langsung di kirim ke penjual makanan ringan. Para pekerjanya pun sebenarnya hanya satu orang yang merupakan pegawai dalam usaha itu. Namun kebanyakan para penjual tahunya pun ikut serta dalam pembuatan tahu.

Dalam sehari usaha tersebut menerima pemasokan kacang kedelai sebanyak 4 kuintal dari pasar Induk.  Dari 4 kuintal kacang kedelai yang dipasok dapat menghasilkan 280 papan tahu, yang dalam 1 papan dapat dipotong-potong menjadi ±100 potong tahu. Jadi, dalam sehari usaha tersebut dapat menghasilkan ± 28000 potong tahu. Harga 1 potong tahu berkisar dari Rp. 250,- s/d Rp. 400,- tergantung besar kecilnya ukuran tahu.

 

 

Visi dan Misi

Visi

Usaha pembuatan tahu Bp. H. Sutisna senantiasa berusaha untuk mencapai yang terbaik baik dalam produksinya dan pemasarannya. Dapat memuaskan para konsumen sebagai penikmat tahu. Dalam prosesnya pun dikemas dengan baik.

 

Misi

Usaha pembuatan tahu Bp. H. Sutisna bertekad untuk menyediakan tahu yang berkualitas dengan harga yang terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Bab II Proses Produksi

Dalam proses pembuatan tahu tidaklah mudah, diperlukan proses secara bertahap. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan tahu.

Langkah-langkah Pembuatan

1.      Kacang kedelai yang telah disortir di cuci bersih

2.      Kemudian di rendam sampai kulit kacang kedelai terkelupas selama ± 1 jam

3.      Setelah itu kacang kedelai yang sudah bersih di giling dengan mesin penggiling sederhana

4.      Kacang kedelai yang telah hancur seperti bubur, kemudian dimasak ± 15 menit menggunakan tungku besar dengan bahan bakar kayu

5.      Selama proses pemasakan kacang kedelai harus di aduk sesering mungkin dan ditambahkan air secara berkala sebanyak 3 kali

6.      Setelah itu proses berikutnya adalah kacang kedelai yang telah di masak dipindahkan kedalam wadah yang lain untuk melakukan proses penyaringan

7.      Proses penyaringan dilakukan dengan kain tipis yang berpori-pori kecil agar dapat dipisahkan dari ampas tahu tersebut

8.      Setelah disaring dilakukan pengadukan hingga mengental

9.      Setelah mengental dilakukan proses pengendapan untuk memisahkan air dengan tahu yang setengah jadi (aci)

10.  Kemudian air yang telah terpisah dan naik kepermukaan di buang

11.  Lalu tahu yang setengah jadi diangkat dan dicetak kedalam papan pencetakan

12.  Kemudian di diamkan selama ± 15 menit sampai tahu  mulai mengeras

13.  Proses selanjutnya tahu yang telah mengeras dalam cetakan dipotong-potong dengan ukuran sesuai pesanan konsumen

14.  Lalu potongan-potongan tahu tersebut dimasukkan kedalam wadah untuk di rebus

15.  Proses terakhir tahu siap dipasarkan

 

Bab III Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan kami usaha pembuatan tahu milik Bp. H. Sutisna cukup banyak menginspirasikan para wirausaha untuk membuka usaha dengan modal yang minim dan peralatan sederhana, namun dapat menghasilkan pedapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang memang saat ini sedang krisis.

 

Saran

Sebaiknya, tempat usaha pembuatan tahu dapat lebih diperhatikan dengan menunjang kebersihan tempat dan untuk para pekerja diharapkan lebih memperhatikan kebersihan diri.

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s